Tampilkan postingan dengan label ISD (Ilmu Sosial Dasar). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISD (Ilmu Sosial Dasar). Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 24, 2011

Budaya Indonesia Sebagai no 1 Bangsa

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan selalu merujuk pada sederetan sistem pengetahuan yang dimiliki bersama, perangai - perangai, kebiasaan - kebiasaan, nilai - nilai, peraturan - peraturan, dan simbol - simbol yang berkaitan dengan tujuan seluruh anggota masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Dipandang dari wujudnya, menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki ide, bentuk dan perilaku. Sedangkan dikaji dari segi unsur, kebudayaan memiliki 7 9tujuh) unsur pokok yaitu sistim kepercayaan, bahasa, sistim ekonomi, sistim sosial, ilmu pengetahuan, teknologi dan sni. Secara sederhana bahwa kebudayaan adalah nilai - nilai dan gagasan vital yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Seni adalah ekspresi dari jiwa manusia yang diwujudkan dalam karya seni. Pernyataan ini mengisyaratkan terjadinya kreatifitas dalam hal olah imajinasi dan olah rupa, gerak, suara, cahaya, bau dan sebagainya. Penciptaan seni terjadi oleh adanya proses cipta, karsa dan rasa. Penciptaan di bidang seni mengandung pengertiaan yang terpandu antara kreatifitas, penemuan dan inovasi yang sangat dipengaruhi oleh rasa. Namun demikian, logika dan daya nalar mengimbangi rasa dari waktu ke waktu dalam kadar yang cukup tinggi. Rasa muncul karena dorongan kehendak naluri yang disebut karsa. Karsa dapat bersifat individu atau kolektif, tergantung dari lingkungan serta budaya masyarakat.
WAWASAN KEBANGSAAN
Setiap orang tentu memiliki rasa kebangsaan dan memiliki wawasan kebangsaan dalam perasaan atau pikiran, paling tidak di dalam hati nuraninya. Dalam realitas, rasa kebangsaan itu seperti sesuatu yang dapat dirasakan tetapi sulit dipahami. Namun ada getaran atau resonansi dan pikiran ketika rasa kebangsaan tersentuh. Rasa kebangsaan bisa timbul dan terpendam secara berbeda dari orang per orang dengan naluri kejuangannya masing - masing, tetapi bisa juga timbul dalam kelompok yang berpotensi dasyat luar biasa kekuatannya.
Rasa kebangsaan adalah kesadaran berbangsa, yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini. Dinamisasi rasa kebangsaan ini dalam mencapai cita - cita bangsa berkembang menjadi wawsan kebangsaan, yakni pikiran - pikiran yang bersifat nasioanal dimana suatu bangsa memiliki cita - cita kehidupan dan tujuan nasional yang jelas. Berdasarkan rasa dan paham kebangsaan itu, timbul semangat kebangsaan atau semangat patriotisme.
Wawasan kebangsaan mengandung pula tuntutan suatu bangsa untuk mewujudkan jati diri, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai - nilai budayanya, yang lahir dan tumbuh sebagai penjelmaan kepribadiaanya.
Seni dan budaya sebagai media pemersatu bangsa
Globalisasi telah menjadi kenyataan yang tak terelakan. Dalam konteks percaturan budaya global, kesadaran untuk mempertanyakan isentitas justru semakin besar. Inilah hal yang mengiringi wacana tentang identitas (budaya) dalam globalisasi ini.
Dalam arus besar ini, kesenian lokal yang sekaligus sebagai corong penanaman nilai - nilai atau konsepsi - konsepsi sebagai satu unsur dalam kebudayaan lokal akan semakin tersisihkan. Apalagi yang terjadi pada generasi muda, kebudayaan barat akan semakin menindih kebudayaan lokal kita dalam diri mereka.
Maka tidak heran jika sosok yang kita hadapi sehari - hari dilingkungan kita adlaha sosok yang tidak teridentifikasi sebagai anak bangsa ini ( gaya bicara, kosa kata: semisal, “bajingan” dalam satu syair lagu populer, sopan santun, keramh tamahan, pola pikir, cara berpakaian dan lain sebagainya).
Hal yang harus dilakukan dalam menghadapi ini adalah menumbuhkan kesadaran, bahwa kekuatan lokal dapat sangat efektif untuk bekal memasuki global village (desa global) maupun global culture (budaya global). Kenyataan semacam itu hanya mungkin jika tumbuh kesadaran untuk terus - menerus membangun dialog, baik dalam skala personal maupun komunal, antara yang lokal dan yang global, antara yang traadisi dengan yang modern, dengan tendensi untuk saling melengkapi, dan saling memperkaya.
Nah, seni dalam jenis dan sifatnya adalah tidak dapat dipisahkan dari lingkungan hidup. Seni berkaitan dengan konsepsi ruang, waktu dan keadaan. Maka seni selalu memunculkan nilai - nilai atau konsepsi - konsepsi yang ada dalam lingkungan dimana ia berada. Diseluruh Indonesia terdapat ratusan nilai atau konsepsi semacam ini. Di Jawa ada beberapa jenis nilai seperti tersebut diatas yang sering diangkat sebagai tema karya seni. Di antara nilai - nilai itu termasuk prinsip rukun, prinsip hormat, prinsip mamayu hayuning bawana, mamayu hayuning bangsa, adigang adiguna 9sikap yang sombong0, aja dumeh (jangan sok), ngono yo ngono (begitu ya begitu tetapi jangan begitu) dan laing sebagainya.
Nilai - nilai atau konsepsi - konsepsi yang terhadirkan dalam setiap tampilan kesenian, akan memasuki relung - relung hati setiap manusia yang terlibat dalam peristiwa seni ini (baik itu pelaku maupun penontonnya). Melihat hal semacam inilah maka sudah sangat jelas bahwa kesenian merupakan satu media yang signifikan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan.
Kemampuan dan kesadaran semacam itu hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki kapasitas knowledgeable artist, seorang seniman yang memiliki kemampuan dan pengetahuan luas. Seorang seniman yang terus memelihara daya kreasi dan semangat inovasi, serta membuka diri terhadap berbagai kemungkinan. Siapapun yang ingin memberikan kontribusi yang berarti bagi kesenian, bagi kehidupan, dan bagi kemanusiaan secara luas, tak ada pilihan lain kecuali menumbuhkan kesadaran bahwa pergaulan global adalah sebuah keniscayaan. Kemudian setelah itu harus memiliki komitmen dan integritas yang dapat dipertanggung jawabkan
Tulisan ini dibahas Oleh Marco Manardi dan Arif Zainudin

Kamis, November 25, 2010

BUDAYA TIMUR VS BUDAYA BARAT

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok dan di wariskan oleh generasi ke generasi. Sedangkan budaya, adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia.
Budaya Timur adalah budaya yang berkembang di Asia pada khususnya seperti Indonesia, Sedangkan Budaya Barat adalah yang berkembang di daerah Eropa dan Amerika seperti Amerika Serikat dan Inggris.
Adapun beberapa perbedaan antara budaya barat dan budaya timur, seperti :
1. Gaya Hidup
Orang barat cenderung bersifat individualis. Mereka lebih senang hidup sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain. Sedangkan Orang timur lebih bersosialisasi dengan keluarga atau teman.
2. Trendi
Orang barat cenderung tidak mengikuti trend dan justru menyukai sesuatu yang bersifat tradisonal. Sedangkan Orang timur cenderung mengikuti trend mayoritas beranggapan bahwa jika tidak mengikuti trend dianggap zaman dulu / tidak gaul.
3. Sopan Santun
Karena orang bersifat individualis maka orang barat cebderung kurang tata krama. Seperti pada saat berpakaian. Orang barat dapat memakai apapun dan dimanapun. Sedangkan orang timur mengetahui tata krama dan sopan santun . mereka cenderung berpakaian sopan dan dapat menyesuaikan pakaian yang ingin dikunjungi.
4. Pendidikan
Orang barat lebih mementingkan pendidikan. Orang barat berlomba dalam prestasi. Sedangkan Orang timur kurang memperdulikan pendidikan. Mereka lebih cenderung rendah dari pada Orang barat.
5. Percaya Diri
Karena mayoritas Orang barat pendidikan tinggi maka Orang barat lebih tinggi tingkat percaya diri dari pada Orang timur.
6. Ketertiban dan Kedisplinan
Orang barat lebih di displin ketimbang Orang timur. Orang barat menghargai waktu beda alnya dengan Orang timur yang tidak menggunakan waktu sebaik-baiknya.


7. Pergaulan
Pada umumnya Orang barat pandai bergaul. Karena pandai bergaulnya muncul sex bebas / free sex. Sedangkan Orang timur mengutamakan norma yang ada. Karena etika Orang timur tidak memperbolehkan hubungan sex yang bukan pasangan sahnya.
8. Perayaan / Pesta
Orang timur lebih suka mengundang sebanyak mungkin kalo sedikit rasanya tidak afdol. Sedangkan Orang barat tidak semua di undang, cukup kerabat kerja, teman dekat dan tidak boros biaya.
9. Teradap sesuatu yang Baru
Orang barat hanya cukup tahu saja, Berbeda dengan Orang timur kalo ada yang baru harus bisa memilikinya kalo belum memilikinya belum puas. Karena mereka tidak mau ketinggalan model.
10. Anak
Keluarga Barat dididik supaya mandiri dari kecil, Setelah dewasa mereka dilepas dan idup masing-masing. Berbeda dengan di Asia yang sebagian Orang Tua telalu Proktektif jadi anak lebih manja, sampai dewasa pun masih ngurusin anaknya dengan harapan mereka keurunannya lebih langgeng dan sukses.
11. Masa Tua
Asia masa tua lebih banyak mengurus cucu. Kalau Barat tidak ada namanya mengurus cucu karena hidupnya sudah masing-masing.

Kesimpulannya : Budaya Barat dan Budaya Timur kelebihan dan kekurangan masing-masing semua tergantung manusia sebagai obyeknya juga subyeknya. Bagaimanapun budayanya akan menjadi baik tergantung kita bagaimana memilah dan memilih kebaikan dan keburukannya suatu budaya.

Jumat, Oktober 29, 2010

Kelebihan dan Kelemahan Helpdesk .

Kelebihan : Helpdesk ini ditujukan untuk mengoptimalisasi layanan di lingkup Universitas Gunadarma. 


Kelemahan : lama membalas pesan/ message/ keluhan mahasiswa/i untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah seperti : tidak bisa membuka studentsite, membuka ngblogs info, dan lain-lain .